hohoho.... akhirnya gue nulis entri lagi. pas liat entri baru, gue bingung mau nulis apa. tapi berkat gue habis buka blognya skandarians. gue jadi tau mau nulis apa deeeh huahaha
oh iya, ini gue copas dari blognya skandarians.blogspot.com kalo mau liat lebih lanjut sok atuh buka aja blognya. huaaaaa... gue bener-bener iri ama skandar!! coba aja gue kayak skandar 0:)
Pengalaman yang Tidak Terlupakan
Hello Skandarians!
jadi, berikut ini adalah karangan Skandar ketika audisi Narnia dan bagaimana senangnya dia saat itu (asli buatan dia sendiri lhooo). Okay there it goes.........
Pas bulan Januari, aku mengikuti audisi ‘The Lion, The Witch, and the Wardrobe’ di gereja yang disewakan. Aku bisa dibilang orang paling terakhir diaudisi dikarenakan kedatanganku yang telat, disebabkan oleh macet yang luar biasa, jadi sudah tinggal 5 menit lagi sebelum audisi benar-benar ditutup, dan itu berarti aku harus diaudisi di lift dan di tangga. Aku ingat waktu itu aku ditanya pertanyaan seperti ‘Kamu sekolah dimana?’ atau ‘Kamu ngapain aja di waktu luang?’ – ya semacam pertanyaan yang menurutku mereka ingin tahu seperti apakah dirumu. Untungnya mereka suka aku dan aku bisa ke tahap selanjutnya.
Di hari Senin, ada semacam workshop dimana banyak sekali orang-orang yang diaudisi untuk peran yang sama denganku. Dikarenakan alasan inilah, aku benar-benar gelisah. Kami diharuskan untuk bergabung dalam suatku kelompok dan melakukan latihan dan improvisasi. Walaupun gelisah, untungnya semua berjalan lancar untukku dikarenakan aku diberikan script dan akan dipanggil lagi untuk memainkan script itu untuk keesokan harinya bersama 3 anak yang lain. Aku suka script-nya – karakterku itu sangat lucu dan mempunyai sarcastic sense of humour.
Di hari rabu-nya, audisi berlangsung dari jam 2 siang – (ya, aku harus bolos kelas siang) – sampai dengan jam 8 malam. Setelah itu aku pulang ke rumah dan beristirahat. Bagusnya lagi, mereka menelponku untuk kembali lagi di hari sabtu dan bertemu sutradara dan memainkan beberapa scene yang ada di script tersebut. Jadi ya untuk tahap itu, bisa dibilang filming untuk seharian penuh di warehouse studio. Aku mengenakan kostum dan ditempatkan di tempat syuting bersama anak-anak yang lain dan mereka menyorotku dengan kamera dan cahaya yang bagus. Itu benar-benar pengalaman yang menyenangkan untukku. Jadi ketika aku pulang-pun, aku tidak merasa ada beban juga walaupun misalnya aku tidak mendapat bagian untuk peran tersebut – nggak deng boong!
Pas hari jumat pagi, aku dalam perjalanan menuju sekolah naik bus dan waktu itu sedang hujan deras – benar-benar bukan waktu yang bagus. Handphoneku sudah mau sekarat baterainya dan tiba-tiba aku menerima telepon. Cepat-cepat aku mengangkatnya. Ternyata sang sutradara meneleponku dari New Zealand dan bilang kalau aku dapat peran tersebut! Aku akan syuting selama enam buan di New Zealand dan 3 minggu lagi pada bulan Januari. Sekolah tidak akan pernah seindah itu jika dia tidak menelepon.
jadi, berikut ini adalah karangan Skandar ketika audisi Narnia dan bagaimana senangnya dia saat itu (asli buatan dia sendiri lhooo). Okay there it goes.........
Pas bulan Januari, aku mengikuti audisi ‘The Lion, The Witch, and the Wardrobe’ di gereja yang disewakan. Aku bisa dibilang orang paling terakhir diaudisi dikarenakan kedatanganku yang telat, disebabkan oleh macet yang luar biasa, jadi sudah tinggal 5 menit lagi sebelum audisi benar-benar ditutup, dan itu berarti aku harus diaudisi di lift dan di tangga. Aku ingat waktu itu aku ditanya pertanyaan seperti ‘Kamu sekolah dimana?’ atau ‘Kamu ngapain aja di waktu luang?’ – ya semacam pertanyaan yang menurutku mereka ingin tahu seperti apakah dirumu. Untungnya mereka suka aku dan aku bisa ke tahap selanjutnya.
Di hari Senin, ada semacam workshop dimana banyak sekali orang-orang yang diaudisi untuk peran yang sama denganku. Dikarenakan alasan inilah, aku benar-benar gelisah. Kami diharuskan untuk bergabung dalam suatku kelompok dan melakukan latihan dan improvisasi. Walaupun gelisah, untungnya semua berjalan lancar untukku dikarenakan aku diberikan script dan akan dipanggil lagi untuk memainkan script itu untuk keesokan harinya bersama 3 anak yang lain. Aku suka script-nya – karakterku itu sangat lucu dan mempunyai sarcastic sense of humour.
Di hari rabu-nya, audisi berlangsung dari jam 2 siang – (ya, aku harus bolos kelas siang) – sampai dengan jam 8 malam. Setelah itu aku pulang ke rumah dan beristirahat. Bagusnya lagi, mereka menelponku untuk kembali lagi di hari sabtu dan bertemu sutradara dan memainkan beberapa scene yang ada di script tersebut. Jadi ya untuk tahap itu, bisa dibilang filming untuk seharian penuh di warehouse studio. Aku mengenakan kostum dan ditempatkan di tempat syuting bersama anak-anak yang lain dan mereka menyorotku dengan kamera dan cahaya yang bagus. Itu benar-benar pengalaman yang menyenangkan untukku. Jadi ketika aku pulang-pun, aku tidak merasa ada beban juga walaupun misalnya aku tidak mendapat bagian untuk peran tersebut – nggak deng boong!
Pas hari jumat pagi, aku dalam perjalanan menuju sekolah naik bus dan waktu itu sedang hujan deras – benar-benar bukan waktu yang bagus. Handphoneku sudah mau sekarat baterainya dan tiba-tiba aku menerima telepon. Cepat-cepat aku mengangkatnya. Ternyata sang sutradara meneleponku dari New Zealand dan bilang kalau aku dapat peran tersebut! Aku akan syuting selama enam buan di New Zealand dan 3 minggu lagi pada bulan Januari. Sekolah tidak akan pernah seindah itu jika dia tidak menelepon.
nah, ini gue hasil copas huaha.. kalo mau tau lebih lanjut buka aja skandarians.blogspot.com. hehehe... dan lo bakalan iri kalo habis baca ceritanya skandar ini. terus dia orangnya lucuuuuu ahhh jadi pengeeeen punya cowo kaya diaaaaa ulalalla~





0 komentar:
Posting Komentar