• Imagen 1 Greyson Chance!!!
    love him so much! like his voice. can make me feel better :D recommended. hope you like him too like me. :PPPP love it!! and you can share with me about him. write in my chat box ya!
  • Imagen 2 WELCOME IN MY BLOG!
    this is me! hope you enjoy it. i love to read, blogging, and make some story. do you wanna know my story? just ask me hahaha... welcomeeee in sweety peach. Hope my story can make you smile :) U Smile I Smile :p
  • Imagen 3 Logan Lerman : My Boyfriend ;P
    this is logan lerman. how handsome he is!! i love him cause watch Percy Jackson. and now he's my boyfriend (?) ahahahah kidding. you must to read that book too. All series about Percy Jackson can become your friend when you bored.
  • Imagen 3 CNBLUE!!
    How can I life without fangirl-ing? haha. finally, kpop virus influenced me. but i don't like bb/gb. just cool rock band!
  • Imagen 3 ALL OF DRAMAS!
    I LOVE MANGA, K-DRAMA, J-DRAMA! I hope can make review of all drama. so just wait for me to make review hahhaa

Dreaming To The Narnia (part 1) *fanfiction*

On Senin, 03 Januari 2011 1 komentar

“Hey! Kenapa kau masih disitu? Jam istirahat sudah berakhir dan.. hey apa yang kau tulis?” ujar penjaga perpus bertubuh gempal. Sambil mengangkat ke atas kacamatanya dia mulai berjalan ke arah gadis itu. Secepat kilat, gadis itu menghentikan aktifitasnya. “Bukan apa-apa, Ma’am. Hanya coretan tidak penting,”
“Kau tidak membuat contekan, bukan?” tuduhan asal itu membuat gadis itu menggeleng cepat. “Bukan samasekali, hanya..” ucapan gadis itu terhenti. “Aku harus buru-buru, Ma’am. Kau sendiri yang bilang waktu istirahat sudah berhenti, bukan? Aku akan ulangan,” jawab gadis itu sedikit berbohong. “Sepertinya kau membuat contekan..” tegas penjaga perpus. “TIDAK! Maaf, aku tidak sopan. Hanya saja aku harus bergegas,” jawab gadis itu kemudian berlari. Penjaga perpus menoleh ke meja yang ditinggalkan gadis itu, “Sepertinya dia ketinggalan sesuatu..” ujarnya lalu, melihat apa yang ditinggalkannya. Sebuah novel yang sepertinya sudah sangat terkenal dan pasti banyak yang tahu. “Hmm, lalu, apa yang dia tulis? Siapa namanya?” tanyanya sendiri lalu, menuju buku pengunjung.
Alicia Kiora P.
Kio berlari menuju kelasnya. “Gila! Gue telat! Mampus lah gue!” rutuknya. Lalu, wajahnya berubah pucat. “Ah! Geblek! Bukunya ketinggalan! Ah bodo ah, nanti pulang gue ambil–” ucapannya terhenti. “Aduuuuh ojaaaaaan, penjaga itu aduuuh aduuuh…” dumelnya sendiri sampe gak sadar ada yang merhatiin daritadi. Tok Tok.. “Masuk,” ujar suara yang agak berat dari dalam kelas. Kio bisa menebak siapa yang ada di dalem. Pasti itu.. matilah dia di giling buldoser!
Kio memutar engsel pintu perlahan, rambutnya basah penuh keringat. Begitu juga dengan bajunya yang jadi basah. Akibat aksi lari maraton dari perpustakaan yang lumayan jauh dari kelasnya. “Tinggal tunggu, dan siap membersihkan toilet…” desahnya dalam hati. Tapi, sepertinya dewi fortuna lagi memihak pada Kio. Buktinya, Mrs. Bertha tersenyum lebar. “Mungkin kamu sedang beruntung, oh ya kamu?”. “Kio, Ma’am!” tukas Kio cepat. “Nak Kio sedang beruntung karena, hari ini ada murid baru, oh iya, kamu bisa duduk, dan lain kali ibu harapkan jangan telat masuk kelas…” jelas Mrs. Bertha, Kio mengangguk cepat dan berjalan ke belakang. BUK! “Ah!” Kio terjatuh karena, terselengkat kaki.
“Kenapa kamu?” tanya bu Bertha. “Gapapa, bu. Cuman, jatuh haha… saya jalan suka gak ngeliat ke bawah hehe…” jawab Kio ngeles berusaha mencari alasan. “Huh! Kamu ini, oh iya, hari ini kita kedatangan murid baru, pindahan dari luar negeri,” jelas Mrs. Bertha. Suasana kelas langsung rame, “Gue denger ituu pemaen film luar itu loh!” Brenda sokbet semangat nyeritain padahal sebenernya dia juga gak tau. “Iya, Bren? Siapa? Maen film apaan?” tanya Katrin berusaha percaya. “Itu loooh, yang perang-perangan yang pake pedang!” jawab Brenda berapi-api. Teman-temannya sedikit mencelos, yaiyalaah perang pake pedang. Banyak film kayak gitu. Kio juga berpikir keras siapa yang bakalan pindah kesini. Kayaknya agak aneh kalo ada artis sekolah disini, apalagi disini gak ada murid yang artis. Pasti bakalan pada norak.
“Aduh! Bisa spesifik gak sih, Bren? Perang? Banyak! Lo kalo ngasi tau yang spesifik ngape?” omel Amel kali ini. “Ihhh… pokoknya dia putih, ganteng, tinggi emm kayaknya sih, terus dia terkenaaal koook!!!” jelas Brenda polos. “Hadeeeeh, udahlah kita liat ajaa, si Brenda mah jelasinnya kaga perna jelas, kayak kumur-kumur!” ledek Alvin. Tawa meledek Brenda meledak. Kio mau gak mau ngikut ketawa. “Apa lo ketawa? Berhak lo ketawa? Hah!” omel Brenda terhadap Kio. Kio menutup mulutnya, salah tingkah. “Sudah sudaah, diam. Kali ini Miss perkenalkan, silahkan masuk,” ujar Mrs. Bertha. Seorang cowok masuk gugup, tapi ada sedikit senyum tersirat di wajahnya. Seisi kelas diam kemudian ribut. “Cukup cukup! Mau kalian Miss kurangi nilainya satu persatu?!” ujarnya. “Introduce yourself,” lanjutnya.
“Hello, I’m Alexander Amin Casper Keynes. I’m so sorry, I still can’t speak Indonesian well but, a little bit I can. Kalian bisa panggil saya Skandar or Skandie. Saya pindahan dari London, you know that, right? Hmm, maybe, that’s all. Is that enough, Ma’am?” tanya Skandar ke Mrs. Bertha. “I think enough for now. Kamu bisa kenalan nanti sama teman-teman kamu, mengerti? Ya, sekarang kamu duduk disitu,” jawabnya. Skandar mengangguk. Kio deg-degan. GILAAA! INI BARU PERTAMA KALI DALAM SEJARAH DIA KETEMU ARTIS IDOLANYA! Kio berkali-kali salah tingkah, gak bisa ngendaliin kakinya yang goyang-goyang terus. “Heyooo, Skandieee!! Do you know mee? I’m Brendaaa!!! Am I pretty?” tanya Brenda asal membuat murid-murid menahan tertawa. “Yeah, maybe will know you later. I think so.” jawab Skandar singkat lalu, tertawa pelan. Brenda senyum-senyum sendiri. Lalu, dia menghadap ke depan lagi. “Emang lo ngerti Bren?” tanya Katrin. “Kagak,” jawab Brenda malu-malu. GUBRAK!
“Hmm, can you help me? I haven’t that book. Can I borrow your book?” tanya Skandar kepada Kio. Kio diam. Wajahnya pucat. “Okay okay, maybe, we should share, right? Can you share with me? That book?” tanya Skandar sekali lagi. Kio tetap diam. “Ohoho, maybe, you didn’t understand, right? Da-pat-kah a-ku me-min-jam bu-ku-mu?” tanya Skandar sekali lagi berusaha berbicara bahasa indonesia. “Ohohoho, sure sure. You can take this, or maybe share with me. Hehe..” jawab Kio buru-buru. “Kamu ngerti bahasa inggris?” tanya Skandar gak percaya. Kio mengangguk. “A little bit, hehe..”
***
Kio menutup bukunya. Dia kembali mengalungkan liontin hati di lehernya. Ada ukiran huruf “P”. KREK! Kio menoleh, buru-buru dia masukkan bukunya ke dalam laci. “Mah?” Kio membuka pintu kamarnya dan berjalan pelan sambil melongo kebawah. Gak ada orang. Kosong. KREK! Kio menoleh lagi. Dia menutup pintu kamarnya. Dia mengambil kayu yang ada di bawah kasur. BUK! Buku pelajaran Kio jatuh. Kio menoleh. Dia memberanikan diri menoleh ke atas perlahan. “Kosong.. Itu cuman khayalan lo, udah sekarang lo harusnya tidur. Lo harus siap-siap ketemu Mrs. Sarah buat minta novel lo lagi. Have a nice dreaaaam,” ujar Kio sendiri lalu, menarik selimutnya. PRANG! Kio menyalakan lampunya. Kosong. Hanya saja vas bunga Kio jatuh. “Siapa?”
***
“Ini novelmu, lain kali jangan kamu tinggalkan lagi..” pesan Mrs. Sarah, si penjaga perpus. “Hahaha, sipp Ma’am!” jawab Kio tersenyum kecil. “Oh iya, apa kepanjangan P di namamu?” tanya Mrs. Sarah. Raut wajah Kio berubah, “Memangnya, Miss harus tahu? Apakah itu penting?” tanya Kio membuat Mrs. Sarah salah tingkah. “Oh, maaf maaf kalau itu membuatmu tersinggung, tidak apa-apa. Lupakan,” jelas Mrs. Sarah. “Baguslah,” jawab Kio lalu, berlari keluar. Kio menghentikan langkahnya, tiba-tiba dia berlari. “WOY!” ujar Kio mengagetkan Skandar. “HAAH…” Skandar tersentak. “Sorry, sorry…”
“No, prob. I’m okaaay haha..” jawab Skandar. “Lo barusan ngapain? Kayak semedi?” tanya Kio, sedetik kemudian dia sadar melihat Skandar bengong. “I’m forgeeet haha, what are you doing?” tanya Kio mengulanginya dalam bahasa inggris. “No, not an important job. Haha… Do you like read Narnia? Kamu suka baca Narnia?” jawab Skandar. Kio mengangguk antusias. “I like your role! And I hope can entering Narnia. Gue suka ajaa kayaknya kalo bisa kesana haha.. Oh iya, lo tau kan? Gue itu I, kalo lo itu you?” Skandar mengangguk pelan. “Bahasa gaul disini ya? Ngerti kok. And, I hope so.” jawab Skandar. “Hope for what?” tanya Kio. “Entering Narnia..”
“But, you know, right? That’s fiction. Itu cuman imajinasi. Gue juga pengen sih tapi kayaknya itu cuman imajinasi gue aja,” ujar Kio lalu, mengencangkan kuncir rambutnya. “If that’s just your imagination. Why you make the to-do-list to enter the Narnia?” jawab Skandar dan wajahnya berubah serius. Kio menoleh cepat. “Lo? Lo tau darimana?”
“Gak penting. Yang penting aku tau kamu pengen ke Narnia juga bukan? Dan kamu…” wajahnya berubah menjadi tambah tambaaah serius. “Aku tau kepanjangan dari huruf P pada namamu,” lanjutnya. Kio mangap. Tak percaya. “HAHA… Lo lucu banget ya? Pasti lo tadi semedi mikirnya ngalor-ngidul deh yak. Aduh, gue sakit perut gue pengen makan,” jawab Kio lalu, berbalik. “Oh iya, satu lagi. Di dalam to-do-list mu, pertama, bertemu Aslan dan…” ucapan Skandar berhenti. “STOP! Lo tau semua itu darimana hah?” kali ini Kio berubah menjadi serius. “Asal kamu traktir aku makan,” ujar Skandar sambil mengedipkan sebelah matanya. Kio berjalan sambil merutuki dirinya sendiri.
***
“Ya? Lo suka kan? Gue mampu nraktir cuman ini sih…” ledek Kio sambil memakan baksonya. Skandar melongo, “Kamu? Kamu ngerjain aku?”
“Kata siapa? Gak ah, orang emang gue mampunya nraktir ini doang…” jawab Kio santai sambil melahap baksonya. Skandar ngedumel pake bahasa inggris. Bodo amat kek, yang penting nraktir kan? Hihi… Kio tertawa kecil. “Terus, sekarang giliran gue. Lo tau darimana tentang to-do-list dan kepanjangan huruf P pada nama gue?” tanya Kio. Skandar berhenti ngedumel. “Itu? Ceritanya panjang…” KRING! “Thanks ya,” ujar Skandar lalu, pergi. Makanannya sama sekali belum disentuh. Dasar orang! Kio mengambil mangkuk bakso Skandar, dia menoleh ke arah Skandar. Skandar sedang dikerubungi murid-murid. Pasti deeh norak! Kio memakan baksonya buru-buru.
“Darimana dia tau itu semuanya? Dan…setau gue itu semua kan ada di buku diari gue, itu juga di rumah. Gak pernah gue bawa ke sekolah ato malah tertinggal. Apa dia..GAMUNGKIN! Mana mungkin dia ke rumah gue? Aneh banget. Ato..” Kio tiba-tiba teringat si Skandar yang barusan semedi. “Gue curiga..”
TO BE CONTINUED….
BY : @naadyey
Read more ...»

perjalanan skandar!! huaaaah bikin ENVY!!!

On 0 komentar

hohoho.... akhirnya gue nulis entri lagi. pas liat entri baru, gue bingung mau nulis apa. tapi berkat gue habis buka blognya skandarians. gue jadi tau mau nulis apa deeeh huahaha

oh iya, ini gue copas dari blognya skandarians.blogspot.com kalo mau liat lebih lanjut sok atuh buka aja blognya. huaaaaa... gue bener-bener iri ama skandar!! coba aja gue kayak skandar 0:)


Pengalaman yang Tidak Terlupakan

Hello Skandarians!
jadi, berikut ini adalah karangan Skandar ketika audisi Narnia dan bagaimana senangnya dia saat itu (asli buatan dia sendiri lhooo). Okay there it goes.........

Pas bulan Januari, aku mengikuti audisi ‘The Lion, The Witch, and the Wardrobe’ di gereja yang disewakan. Aku bisa dibilang orang paling terakhir diaudisi dikarenakan kedatanganku yang telat, disebabkan oleh macet yang luar biasa, jadi sudah tinggal 5 menit lagi sebelum audisi benar-benar ditutup, dan itu berarti aku harus diaudisi di lift dan di tangga. Aku ingat waktu itu aku ditanya pertanyaan seperti ‘Kamu sekolah dimana?’ atau ‘Kamu ngapain aja di waktu luang?’ – ya semacam pertanyaan yang menurutku mereka ingin tahu seperti apakah dirumu. Untungnya mereka suka aku dan aku bisa ke tahap selanjutnya.

Di hari Senin, ada semacam workshop dimana banyak sekali orang-orang yang diaudisi untuk peran yang sama denganku. Dikarenakan alasan inilah, aku benar-benar gelisah. Kami diharuskan untuk bergabung dalam suatku kelompok dan melakukan latihan dan improvisasi. Walaupun gelisah, untungnya semua berjalan lancar untukku dikarenakan aku diberikan script dan akan dipanggil lagi untuk memainkan script itu untuk keesokan harinya bersama 3 anak yang lain. Aku suka script-nya – karakterku itu sangat lucu dan mempunyai sarcastic sense of humour.

Di hari rabu-nya, audisi berlangsung dari jam 2 siang – (ya, aku harus bolos kelas siang) – sampai dengan jam 8 malam. Setelah itu aku pulang ke rumah dan beristirahat. Bagusnya lagi, mereka menelponku untuk kembali lagi di hari sabtu dan bertemu sutradara dan memainkan beberapa scene yang ada di script tersebut. Jadi ya untuk tahap itu, bisa dibilang filming untuk seharian penuh di warehouse studio. Aku mengenakan kostum dan ditempatkan di tempat syuting bersama anak-anak yang lain dan mereka menyorotku dengan kamera dan cahaya yang bagus. Itu benar-benar pengalaman yang menyenangkan untukku. Jadi ketika aku pulang-pun, aku tidak merasa ada beban juga walaupun misalnya aku tidak mendapat bagian untuk peran tersebut – nggak deng boong!

Pas hari jumat pagi, aku dalam perjalanan menuju sekolah naik bus dan waktu itu sedang hujan deras – benar-benar bukan waktu yang bagus. Handphoneku sudah mau sekarat baterainya dan tiba-tiba aku menerima telepon. Cepat-cepat aku mengangkatnya. Ternyata sang sutradara meneleponku dari New Zealand dan bilang kalau aku dapat peran tersebut! Aku akan syuting selama enam buan di New Zealand dan 3 minggu lagi pada bulan Januari. Sekolah tidak akan pernah seindah itu jika dia tidak menelepon.

nah, ini gue hasil copas huaha.. kalo mau tau lebih lanjut buka aja skandarians.blogspot.com. hehehe... dan lo bakalan iri kalo habis baca ceritanya skandar ini. terus dia orangnya lucuuuuu ahhh jadi pengeeeen punya cowo kaya diaaaaa ulalalla~
Read more ...»

cara masukkin lagu dalam blogger atau wordpress kamu

On 2 komentar

sebenernya gue masi amatiran nih asal coba-coba aja gue, ya pokoknya caranya begini :

1. visit www.musik-live.net

2. disitu lo bisa search dah lagu kesukaan lo. apa aja boleh dah suka-suka andaaa~

3. disitu bakalan ada play & embed code. lo klik aja..

4. nanti, bakalan ada kode html nya. kalo lo punya wordpress, lo tinggal pilih logo "W" ato wordpress lah   
    singkatnya.. trs, masukkin aja data lo dengan benar.
    tapi, kalo blog. saran gue gak usah pilih logo "blogger". lo copy aja embed code nya. 

5. setelah itu lo masuk lagi ke dasbor, edit gadget. masukkin html. trs, copy deh code nya. 

6. finally, lagu terpasang di blog lo secara otomatis. oiya, yang wordpress juga, udah secara otomatis ada di   
    wordpress lo :)

haha... kalo kalian punya ide lebih cemerlang buat nambahin lagu di blog. sok atuh komen postingan gue. haha... gue butuh pendapat :) okeh okeh seepp

nb : kalo kotak lagu gue agak mendet-mendet. kan ada noh di bawah kotak lagunya, bisa di stop dulu, kaya macemnya youtube ditunggu loadingnya. ato di stop aja juga gapapa. itu terserah kamu :)
Read more ...»

The Call - Regina Spektor (ost Prince Caspian)

On 0 komentar




It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry

I'll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never
Been this way before

All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light

You'll come back
When it's over
No need to say good bye

You'll come back
When it's over
No need to say good bye

Now we're back to the beginning
It's just a feeling and no one knows yet
But just because they can't feel it too 
Doesn't mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
'Til they're before your eyes

You'll come back
When they call you
No need to say good bye

You'll come back
When they call you
No need to say good bye
Read more ...»